Terbang Tinggi dengan Teknologi Informasi

Agar selalu menjadi yang terdepan, sudah saatnya perusahaan-perusahaan mensinergikan penggunaan Teknologi Informasi (TI) dengan tujuan dan kebutuhan bisnis. Dibutuhkan dukungan tim TI yang cerdas dan mumpuni.

Gelombang keraguan akan fenomena internet, yang pernah menghancurkan bisnis dotcom di seluruh dunia, dijawab dengan elegan oleh Chris Anderson (Pimred Majalah Wired) pada tulisan Anderson, pada oktober 2004 berjudul The Long Tail, kemudian pada Juli 2006, artikel tersebut dibukukan dengan judul yang sama – dan langsung menjadi buah bibir, serta dinilai sebagai salah satu pemikiran bisnis yang paling berpengaruh di zaman ini.

Tulisan Anderson tersebut menyatakan bahwa pengaruh TI jika diterapkan secara cerdas, khusus internet, bias sangat luar biasa. Chris Anderson menunjukkan bahwa masa depan dunia bisnis bukan lagi bertumpu pada produk yang paling popular di pasa, melainkan pada produk yang sebelumnya mungkin dianggap aggal (non popular), karena tak mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan “hajat hidup orang banyak”.

Chris Anderson menyatakan suatu model ekonomi “Ekor Panjang (The Long Tail)” bahwa kalau ditotal, minat pelanggan terhadap produk non popular bias bersaing bahkan melebihi produk popular. Bisnis perbukuan dunia dirombak total oleh Amazon; bisnis rekaman oleh iTunes dan sekarang ini bisnis iklan di Facebook adalah sangat luar biasa. Transformasi masih berlangsung, dan tak lama lagi akan merasuki di berbagai bidang yang akrab dengan kehidupan sehari-hari. Fenomena inilah yang disebut dengan “Long Tail”.

Fenomena tersebut dapat terwujud dengan adanya internet yang merambah ke segala lini kehidupan. Misalnya di Indonesia, penawaran berbagai paket koneksi internet sudah semakin murah dengan beberapa tahun lagi, operator internet dan telekomunikasi hampir tidak ada bedanya, handphone dijual dengan iming-iming internet gratis sekian bulan atau sekian MB, harganya pun sangat bervariasi dengan berbagai dukungan teknologi. Sebagai contoh, handphone dari SMART, dijual 400ribu, paket flexy internet dari Telkom, modem 500ribu, dengan langganan unlimited per bulan hanya 50 ribu, handphone dual card “online-online dibawah 1 juta rupiah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa “The Long Tail” sudah mulai terwujud dan memungkinkan siapa pun untuk menggali peluang besar yang menyeruak kemana-mana; baik bagi produsen baru, pasar baru maupun para taste maker baru. Fenomena ini juga berlaku pada semua bidang industry, dari entertainment, periklanan, makanan, fashion, otomotif, perabotan dapur hingga industri mainan anak-anak.

Yang jelas, agar bisa mengambil bagian di dalam “Long Tail” tersebut, tiap pelaku harus memahami dan menguasai kaidah dan aturannya. Salah satu aturan terpentingnya adalah pemahaman yang mendalam atas kebutuhan dan kepuasan seperti apa yang ingin dinikmati pelanggan, kendati pelanggan itu barangkali hanyalah berupa niche market. Namun jangan salah, makin banyak ceruk, justru bisa menjelma menjadi big market.

Sebagai perangkat bisnis, maka TI memang membuka kemungkinan baru bagi pemilik dan pengelola perusahaan untuk melakukan banyak hal yang dapat mengembangkan bisnisnya. Saat ini, TI sudah menjadi keharusan bagi perusahaan yang ingin maju dan berdaya saing tinggi. Artinya pula, agenda utamanya adalah bagaimana agar TI mampu memberikan value yang setinggi-tingginya buat yang memanfaatkannya.

Namun dalam menggunakan TI, tidak semata-mata hanya uang saja, memang tidak memungkiri dengan uang, kecanggihan teknologi informasi dapat diperoleh. Justru yang terpenting adalah tim TI di perusahaan tersebut, bagaimana mengolah dan memanfaatkan informasi dengan kreatif dan inovatif sehingga menciptakan keuntungan nyata bagi perusahaan. Idealnya, the men behind the gun of IT diharapkan selalu sigap menerjemahkan kecanggihan teknis menjadi keunggulan bisnis dan keuntungan perusahaan.

Disadur dan terinspirasi oleh tulisan sajian utama “Melambung Tinggi dengan TI” (Majalah Swa 10/XXIII/10 – 23 Mei 2007).

Agung Trika Y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s