TEKNOLOGI INFORMASI DAN PERANCANGAN ORGANISASINYA

 

TEKNOLOGI INFORMASI DAN PERANCANGAN ORGANISASINYA

Sistem dan Teknologi Informasi

Menurut Turban, Sistem informasi adalah sistem yang mengumpulkan, mengolah menyimpan, menganalisa dan menyebar-luaskan informasi dalam rangka tujuan yang diinginkan. Sebagaimana sistem lain, sistem informasi termasuk input (masukan) berupa data dan instruksi-instruksi dan output (keluaran) berupa laporan dan perhitungan-perhitungan. Sistem informasi mengolah masukan dengan teknologi informasi dan menghasilkan keluaran yang dikirim ke pengguna (user) atau ke sistem lain melalui jaringan berbasis elektronis. Umpan balik (feedback) dari keluaran dapat dilakukan agar sistem terkendali. Sebagaimana sistem lain, sistem informasi melibatkan orang, prosedur dan fasilitas fisik dan beroperasi pada suatu lingkungan tertentu.

figure12

Gambar 1. Organisasi sistem informasi.

Teknologi Informasi adalah sekumpulan sistem komputer yang digunakan oleh suatu organisasi. Lebih sempit lagi, Teknologi Informasi mengacu pada sisi teknologi sistem informasi. Tenologi informasi termasuk perangkat keras, perangkatan lunak, database, jaringan dan piranti elektronik lainnya. Teknologi Informasi sebenarnya merupakan sub bagian dari sistem informasi.

Menurut Targowski, perusahaan dapat digolongkan berdasarkan kriteria Teknologi Informasi, adalah :

  • Off-Line Enterprise : Operasi pengolahan data dilaksanakan dalam batch-mode, tidak On-Line dan tidak Real-Time.
  • On-Line Enterprise : Operasi pengolahan informasi secara On-Line melalui jaringan komputer.
  • Integrated Enteprise : mengaplikasikan suatu database enterprise yang umum digunakan untuk Aplikasi.
  • Agile Enterprise
  • Informated Enterprise : mengaplikasikan knowledge management system dalam proses pengambilan keputusan.
  • Communicated Enterprise.
  • Mobile Enterprise.
  • Electronic Enterprise .
  • Virtual Enterprise.

Kompetensi

Secara umum, kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai suatu kombinasi antara ketrampilan (skill), atribut personal dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behaviour) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi. kompetensi sering dibedakan menjadi dua tipe, yakni soft competency atau jenis kompetensi yang berkaitan erat dengan kemampuan untuk mengelola proses pekerjaan, hubungan antar manusia serta membangun interaksi dengan orang lain. Tipe kompetensi yang kedua sering disebut hard competency atau jenis kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan fungsional atau teknis suatu pekerjaan.

Kompetensi terkait dengan kemampuan manusia (yang dapat ditunjukkan dengan karya, pengetahuan, ketrampilan, perilaku, sikap, motif dan atau bakat) yang ditemukan secara real/nyata sehingga sangat berpengaruh pada kesuksesan di tempat bekerja.

Definisi Kompetensi : Karakteristik dasar manusia yang dari pengalaman nyata (nampak dari perilaku) ditemukan mempengaruhi, atau dapat dipergunakan untuk memperkirakan (tingkat) performansi di tempat kerja atau kemampuan mengatasi persoalan pada suatu situasi tertentu.

Kompetensi Organisasi

Kompetensi Organisasi adalah kemampuan organisasi (yang dapat ditunjukkan dengan karya, pengetahuan, ketrampilan, perilaku, sikap, motif dan bakat) yang ditemukan secara nyata sehingga sangat berpengaruh pada kesuksesan organisasi di dalam perusahaan.

Sistem Informasi membutuhkan kompetensi organisasi agar menjaga kontribusi Sistem Informasi terhadap tujuan-tujuan strategik dan secara berkesinambungan menyediakan nilai-nilai benefit ke organisasi. Model kompetensi ini digambarkan pada gambar berikut ini.

figure22

Gambar 2. Kompetensi sistem informasi (Ward & Peppard; Strategic Planning For IS)

  1. Kompetensi Strategy adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi implikasi kesempatan berbasis Teknologi Informasi sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan.
  2. Kompetensi “ define the IS Contribution” mengacu pada kemampuan menerjemahkan strategi bisnis ke strategi sistem informasi, termasuk di dalamnya kemampuan perencanaan proses dan perubahan sistem dalam cara tertentu sehingga proses dan sistem tersebut cocok dengan prioritas bisnis.
  3. Kompetensi “ define IT Capability ” adalah kemampuan menerjemahkan strategi ke dalam Arsitektur Informasi dan Infrastruktur Teknologi Informasi yang mampu melayani kebutuhan bisnis dalam jangka panjang secara efektif.
  4. Kompetensi “exploitation” adalah kompetensi untuk memaksimalkan keuntungan bisnis dari investasi IS/IT melalui penggunaan efektif informasi bisnis, Aplikasi perangkat lunak dan layanan Teknologi Informasi.
  5. Kompetensi “supply” adalah kemampuan untuk membuat kapasitas sumber daya dan menjadi rantai pasok untuk memelihara informasi bisnis perusahaan, Aplikasi Sistem Informasi dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
  6. Kompetensi “Delivering Solutions” adalah kemampuan organisasi dalam mengembangkan, menerapkan dan mengoperasikan solusi berbasis Teknologi Informasi untuk bisnis yang mengeksploitasi kapabilitas teknologi yang tersedia.

Perubahan Bisnis Terhadap Sistem Informasi

Sebagai bagian organisasi, maka sistem informasi harus selaras dengan bisnis organisasi sistem informasi. Gambar berikut ini menjelaskan bagaimana keselarasan antara perubahan bisnis terhadap sistem informasi.

figure3

Gambar 3. Strategy As The Management Of Change (Ward & Peppard; Strategic Planning For Information System)

Perluasan dan penyesuaian kompetensi organisasi Teknologi Informasi akan meningkatkan sekaligus membatasi pilihan-pilihan yang dimiliki organisasi tersebut dalam rangka perubahan penggunaan Teknologi Informasi. Dari perspektif ini, Kompetensi Sistem Informasi menyatakan kemampuan organisasi untuk mengidentifikasi dan menyediakan perubahan terkait Teknologi Informasi, dalam hubungannya dengan faktor pendorong kebutuhan (demand-side) yang menyebabkan perubahan organisasi. Faktor “inkompentesi” pada segala aspek manajemen Teknologi Informasi dapat menyebabkan akibat yang berat bagi kemampuan organisasi untuk menentukan, membuat dan mengasimiliasi perubahan yang terjadi akibat Teknologi Informasi. Mengembangkan strategi realistis yang memperhatikan kebutuhan supply dan demand adalah sangat penting agar pekerjaan Teknologi Informasi bergerak kearah yang diinginkan dan kompentensi dibangun sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Kesimpulan

Dibutuhkan organisasi CIO dalam suatu organisasi modern. Organisasi CIO (Chief Information Officer) di dalam perusahaan akan membawa perubahan paradigma yang berarti. Dengan adanya CIO, maka informasi di dalam perusahaan sudah menjadi asset penting, yang layak diperhatikan, dikelola dan dikembangkan sehingga dapat membawa kejayaan perusahaan.

Fenomena ego sektoral pada suatu organisasi merupakan kenyataan. Peranan CIO di dalam perusahaan sangat berat, terutama dalam menekankan keselarasan Sistem Informasi dengan Strategi Bisnis Perusahaan dan Integrasi Informasi di dalam Perusahaan. Kedua hal tersebut menjadi berat karena membutuhkan kerjasama yang erat antar elemen perusahaan.

Departemen CIO menggunakan model IT as A Service dengan menetapkan SLA (service level agreement) antara Departemen Teknologi Informasi dengan End-User. Model ini dianggap cocok untuk mendorong orientasi organisasi lebih ke arah pasar dengan mengutamakan hasil pekerjaan berupa terpenuhinya SLA.

Dalam implementasi departemen CIO, perlu ditetapkan perencanaan tahapan-tahapan penyediaan layanan TI terhadap pelanggannya.
Selain itu perlu disusun perencanaan business continuity plan, agar aplikasi-aplikasi mission critical terhadap bisnis
organisasi dapat ter-cover terhadap kemungkinan bahaya. Langkah selanjutnya Enterprise Information Architecture
(arsitektur informasi perusahaan) untuk memotret kondisi TI dan merencanakan Data and Application Integration.
Sistem pendukung pengambilan keputusan dengan berdasar data and application integration akan dibangun sebagai kelanjutannya,
sehingga akhirnya seluruh informasi perusahaan akan menjadi mudah diakses dan disebarluaskan. Terakhir adalah melakukan analisa dan kajian
untuk melihat kemungkinan pengembangan bisnis berbasis TI yang mampu meningkatkan profit dan benefit perusahaan.

Keywords : Information Technology, Organization Design.

Daftar Pustaka

  1. Andrew S. Targowski; Electronic Enterprise: Strategy and Architecture; IRM Press; 2003.
  2. Efraim Turban, Dorothy Leidner, Ephraim Mclean, James Wetherbe; Information Technology For Management Transformation Organization Into Digital Economy; John Wiley And Son Co; 2007.
  3. Harris Kern, Stuart Galup, Guy Nemiro; IT Organization: Building Worldclass Infrastructure; Prentice Hall PTR; 2000.
  4. John Ward, Joe Peppard; Strategic Planning For Information System; John Wiley and Son Co.; 2002.
  5. Joko Siswanto; Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi – Presentasi Kuliah Manajemen SDM TI; 2008.
  6. Kridanto Surendro; Organisasi Teknologi Informasi – Presentasi Kuliah Organisasi TI; 2008.
  7. Kridanto Surendro; Struktur Organisasi – Presentasi Kuliah Organisasi TI; 2008.
  8. Kridanto Surendro; Work Design – Presentasi Kuliah Organisasi TI; 2008

Riwayat Penulis

Agung Trika Yoosnanto, dilahirkan di kota Surakarta Jawa Tengah, tahun 1978. Pendidikan terakhir pada Magister Teknik Elektro ITB Bandung. Mendalami bidang :

  • Pengadaan Barang dan Jasa,
  • Manajemen Pengembangan Karir dan SDM
  • Manajemen Teknologi Informasi terutama pada Arsitektur TI dan Manajemen Sumber Daya TI serta Business Continuity Planning .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s